Tari karya Gabriel Armando, M.Sn.
Musik Karya Mbah Dinan
Nama saya Ferdinan, S.Sn. sering dipanggil mbah dinan. Saya seorang komposer dan peneliti independen musik Dayak Kalimantan Barat, bekerja di Taman Budaya Kalbar.
Pandangannya yang lain dikatakan bahwa, keindahan itu adalah pancaran budi Ilahi. Apabila yang hakikat menyatakan dirinya atau memancarkan sinarnya dalam realitasnya yang penuh, itulah keindahan. Seniman adalah orang yang tajam pandangannya, yang dapat melihat keindahan Ilahi.
"Keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan tanpa pamrih dan tanpa adanya konsep-konsep tertentu". Di dalam menikmati keindahan suatu objek harus menghilangkan kepentingan hidup sehari-hari seperti kepentingan memiliki, menguasai, dan memanfaatkan. Penilaian keindahan harus dipisahkan dari keberadaan atau eksistensi objeknya.
Nama saya Ferdinan, S.Sn. sering dipanggil mbah dinan. Saya seorang komposer dan peneliti independen musik Dayak Kalimantan Barat, bekerja di Taman Budaya Kalbar.
Hippias menambahkan bahwa sendokpun bisa jadi indah, akan tetapi kita tidak dapat mengatakannya dalam arti sama cantiknya seperti kuda atau gadis dara. Sokrates memberi bumbu kepada perkataan Hippias: memang Heraklitus pernah mengatakan bahwa kera yang tercantik jika dibandingkan dengan orang maka ia masih jelek. Demikian juga seorang gadis cantik, bukanlah apa-apa kalau dibandingkan dengan bidadari dari sorga; sebagaimana orang yang paling arif bijaksanapun, bila dibandingkan dengan Tuhan, tentu masih tampak kera dalam segala hal. Akan tetapi baiklah kita tidak melantur, kata Sokrates, kita kembali pada pertanyaan semula: what the beautiful is.Di dalam salah satu dialognya dengan Hippias, Sokrates juga pernah berkata, "Kecantikan bukan sifat tertentu dari seratus atau seribu barang, karena sudah barang tentu manusia, kuda, pakaian, dara dan guitar semuanya adalah barang-barang cantik. Akan tetapi di belakang itu semua terdapat kecantikan itu sendiri, the beauty itself. Pendapat Sokrates yang menyinonimkan kecantikan dengan keindahan itu dapat dipahami bahwa setiap objek memiliki keindahannya sendiri-sendiri.
Pernyataan keindahan Sokrates yang lebih tegas diungkapkan pada suatu waktu dengan menyatakan bahwa, "Keindahan adalah segala sesuatu yang menyenangkan dan memenuhi keinginan terakhir".
Keindahan adalah realitas yang sungguh-sungguh sejenis hakikat yang abadi dan tak berubah-ubah.Pandangan-pandangan keindahan yang dikemukakan Plato menggunakan cara kaum Sufi di dalam memahami hakikat. Hal itu tampak dalam dialognya yang berusaha menunjukkan cara mencapai keindahan mutlak. Simaklah ucapan-ucapan Plato berikut ini yang berusaha menjelaskan cara mencapai keindahan mutlak.
Keindahan di dalam kehidupan sehari-hari hanyalah keindahan taraf kedua. Untuk mencapai keindahan yang ideal harus melalui cinta. Istilah "cinta" dijelaskan oleh Sokrates dengan mengatakan bahwa "cinta adalah sesuatu yang bertentangan; ia berasal dari keinginan kepada sesuatu yang belum dipunyai dan kecenderungan kepada sesuatu yang belum ada pada diri seseorang". Untuk mengetahui keindahan yang sebenarnya di muka bumi ini kita harus terlebih dahulu mengosongkan pikiran dan membersihkannya dari segala kesalahan dan dosa yang pernah terjadi dan mencoba mengembalikan kesucian jiwa kita.
Di dalam filsafat Plato, keindahan tidak pernah disederajatkan dengan kehidupan. Keindahan dianggap tidak berwujud di muka bumi. Ia lebih tinggi dan berada di atas alam semesta ini. Akan tetapi, walau jauh perbedaan jarak antara keindahan duniawi dan keindahan mutlak yang sebenarnya, orang dapat menyingkap sinarnya yang cemerlang di antara ide-ide yang berada di atas dunia ini. Jadi, inti pemikiran Plato adalah memandang keindahan di muka bumi ini sebagai imitasi tak sempurna dari keindahan mutlak.
Tidak ada suatu ideapun yang melampui batas akal manusia dan alam semesta. Segala sesuatunya ada di dalam diri kita, dan idea itu ada di dalam diri manusia. Kata Aristoteles, "kita tidak menginginkan kegunaan dan kepastian kecuali demi keindahan, tetapi keindahan ini bersatu padu dengan akal manusia".Demikianlah pandangan-pandangan Aristoteles tentang keindahan. Sesudah Aristoteles tidak ada lagi teori estetis yang dipandang orisinil.
Nama saya Ferdinan, S.Sn. sering dipanggil mbah dinan. Saya seorang komposer dan peneliti independen musik Dayak Kalimantan Barat, bekerja di Taman Budaya Kalbar.
"Bagaimana seseorang yang rusak dan bejad hidupnya mampu membuat barang-barang yang indah, padahal barang-barang yang indah adalah penjelmaan dari Tao".Oleh karena itu, tugas seniman adalah menangkap Tao atau roh tersembunyi di dalam segala sesuatu yang ada dan menampilkannya lewat karya seninya. Untuk itu, seorang seniman wajib mensucikan diri supaya mampu melihat, menyentuh, serta menangkap roh tersembunyi di dalam barang-barang lewat kontemplasi (dengan kata lain mempunyai kesadaran Tao), dan dengan demikian ia akan mampu menciptakan keindahan.
Filsafat Yin dan Yang menunjukkan bahwa estetikapun pada akhirnya selalu relatif. Di dalam jiwa manusia yang gersang rasa keindahan sesungguhnya masih mungkin dihidupkan roh keindahannya apabila yang bersangkutan mempunyai kekuatan untuk mengubahnya. Sebaliknya, mereka yang berbakat menciptakan keindahan justru dapat kehilangan daya estetiknya apabila kemampuannya tidak pernah dimanfaatkan.Pada akhir abad V, Hsieh Ho seorang filosof Cina menyusun enam prinsip sebagai dasar bagi para seniman bekerja yang kemudian terkenal dengan istilah canon estetika Cina.
Nama saya Ferdinan, S.Sn. sering dipanggil mbah dinan. Saya seorang komposer dan peneliti independen musik Dayak Kalimantan Barat, bekerja di Taman Budaya Kalbar.
Nama saya Ferdinan, S.Sn. sering dipanggil mbah dinan. Saya seorang komposer dan peneliti independen musik Dayak Kalimantan Barat, bekerja di Taman Budaya Kalbar.
Nama saya Ferdinan, S.Sn. sering dipanggil mbah dinan. Saya seorang komposer dan peneliti independen musik Dayak Kalimantan Barat, bekerja di Taman Budaya Kalbar.