Solekng Dayak Kanayatn

Solekng merupakan alat musik tiup berlubang enam yang termasuk instrumen jenis Aerophone atau golongan alat musik yang sumber bunyinya disebabkan oleh sirkulasi udara. Aerophone adalah udara atau satuan udara yang berada dalam alat musik sebagai penyebab bunyi (Pono Banoe, 1984: 13). Solekng tidak digunakan dalam upacara, tetapi digunakan dalam ansambel Jonggan. Cara memainkannya ditiup sambil menempelkan bibir pada lubang tiup, sedang jari-jari kedua tangan digunakan untuk membuka dan menutup lubang nada. Pada beberapa sub suku Dayak di Kalimantan ditemukan juga suling degan lubang empat dengan bentuk sama dengan suling Maniamas. Pada bagian suling ini terdapat lubang yang kalau dimainkan ditutup dengan ibu jari.

Solekng atau suling dalam tradisi musik Dayak Kanayatn dibagai menjadi dua jenis, yaitu Solekng Maniamas dan Solekng Sabak. Solekng Maniamas adalah suling yang buku’ (ruas) atau bagian pangkalnya diraut dan diperkecil untuk membuat lubang tiup. Bagian pangkal diberi bambu tipis melingkar sesuai dengan lingkar pangkal Solekng dan besar lubang tiup. Solekng jenis ini sering disebut dengan Solekng vertikal.

alat musik solekng atau suling

Solekng Sabak adalah sebuah suling bambu yang pada pangkal dan ujungnya tidak memiliki buku’ seperti yang terdapat pada suling Maniamas. Lubang tiup instrumen ini terletak dibagian belakang dekat pangkal, sejajar dengan lubang nada. Bagian dalam belakang diberi sumpal (penyumbat) yang biasanya terbuat dari karet bundar untuk menahan sirkulasi angin agar tidak keluar dan menjadi bunyi.

Solekng berfungsi sebagai pembawa melodi pokok lagu, intro, interlude, dan setiap bagian akhir dari setiap kalimat lagu secara pengulangan (coda). Alat musik Solekng dapat dibawakan sebagai ansambel melodi tunggal tanpa iringan vokal, namun sekarang ansambel jenis ini jarang sekali dimainkan dan hampir tidak ditemukan lagi, kecuali dalam lomba kesenian musik tradisional dalam upacara Naik Dango masyarakat Dayak Kanayatn.

Solekng dalam musik Dayak Kanayatn sering dibwakan untuk membuka lagu dan member variasi pada akhir lagu. Variasi nada yang dimainkan cenderung sama dengan bagian akhir lagu, oleh karena itu pola permainan sering disebut unison. Dalam musik iringan tari, solekng dimainkan untuk member ilustrasi pada beberapa adegan atau babak yang dibawakan. Hal ini digunakan untuk menciptakan suasana tertentu tentang penggambaran suatu cerita dalam tarian. Namun alat ini juga bisa dibawakan sebagai melodi inti lagu, intro, maupun sebagai interlude dalam blocking musik tertentu dalam iringan tari. Selain itu solekng juga dapat dimainkan dengan alat musik Sape dengan menempatkannya menjadi pembawa melodi lagu, pengisi sisipan pada setiap bagian akhir lagu (dalam mengiring vokal tradisi), atau ditempatkan pada bagian intro, interlude, maupun pada bagian outro.

Related Posts:

Disqus Comments
© 2017 Blog Mbah Dinan - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger