MUSIK SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA LOKAL

Budaya musik mencakup gagasan-gagasan, tindakan, karena musik adalah suatu gejala manusia, untuk manusia dan mempunyai fungsi sosial dalam situasi sosial (Alan P. Merriam, 2005: hal. 20). Hal ini karena berbagai unsur dalam sistem bersifat fungsional. Fungsi sosial musik dalam masyarakat harus dilihat bahwa musik itu berperan dan dapat memberi, sehingga ia dapat bertahan dalam kehidupan masyarakat. Begitu juga dengan keberadaan musik Dayak pada umumnya di Kalimantan Barat, mereka memerlukan keberadaan sebuah musik untuk kepentingannya, baik kepentingan pribadi, kelompok, maupun kepentingan sosial. Hal ini karena pandangan yang tumbuh dalam masyarakat menyatakan bahwa musik mempunyai hubungan dengan kehidupannya, memiliki fungsi, simbol, makna, dan nilai yang berhubungan dengan kepercayaan, adat istiadat, sekaligus sebagai ciri budaya lokal.

Hubungan sosial masyarakat mempunyai kesatuan yang dinamakan kesatuan fungsional (A.R Redcliffe Brown, 1980: hal. 210). Hubungan antara fungsi itu saling terkait dan mendukung antara satu dengan lainnya. Begitu pula dengan seni musik, ia merupakan sesuatu yang mempunyai fungsi bagi masyarakat dan berperan sebagai tonggak keberlangsungan budaya sebagai efek dari kebudayaan adat atau pranata solidaritas sosial (A.R. Redcliffe Brown dalam I Komang Sudirga, 2005: hal.128). Kenyataan fungsionalitas ini akhirnya memposisikan musik sebagai hasil dari aktivitas artistik dan dijadikan sebagai literatur estetik bagi masyarakat itu sendiri.

Musik Dayak mempunyai nilai estetik secara internal dan eksternal. Secara internal musik Dayak mempunyai nilai tersendiri di dalamnya, seperti bentuk musik, instrumentasi atau alat musik, pemain musik, penyajian musik, dan lain sebagainya. Meskipun pada dasarnya beberapa elemen musikal tersebut merupakan ranah tekstual, namun ia juga mempunyai nilai tersendiri yang berbeda dengan nilai internal musik lainnya. Hal ini akan di bahasa untuk mengetahui bentuk dan gaya dari musik Dayak itu sendiri.

Musik Dayak secara eksternal berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat yang menyebabkan ia berfungsi. Fungsi ini lebih mengarah kepada peranannya dalam masyarakat, sehingga musik tersebut dianggap dapat memberikan sesuatu hal penting bagi masyarakat. Fungsi musik di sini mencakup gagasan-gagasan atau ide-ide yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Ia harus dilihat sebagai “sesuatu yang memberi” untuk melengkapi kehidupan masyarakat, baik berhubungan dengan konsep budaya masyarakat dimana musik itu hidup dan berkembang yang merupakan bagian dari suatu tatanan sosial yang dibangun bersama.

musik dayak

Sesungguhnya fungsi musik Dayak dimanapun ia berada tidak terlepas dari peran masyarakat pendukungnya. Perkembangannya sejalan dengan perkembangan intelektualitas dan kreativitas masyarakat pemiliknya. Segala sesuatu yang berhubungan dengan konsep kepercayaan maupun adat yang berlaku dituangkan ke dalam musik, sehingga musik tersebut mampu menjadi penyelaras kehidupan sosial yang bersifat normatif. Disamping itu musik Dayak juga diperlukan untuk penghayatan nilai-niali estetis dan pembelajaran falsafah kehidupan.

Kedekatan musik dengan masyarakat dapat dikatakan musik mempengaruhi seseorang untuk menginterpretasikan sesuatu yang dirasakan dan diyakini, atau sebagai wadah apresiatif yang berhubungan dengan kehidupan. Ia merupakan pengungkapan simbol dan nilai dalam bingkai estetik, sehingga unsur-unsur pembentuknya (teks dan konteks) dianggap dapat menunjang keberadaan musik dan memberikan makna khusus bagi kehidupan masyarakat. Dari sini dapat dilihat bahwa kesenian dipandang erat kaitannya dengan konteks aktivitas budaya yang dilaksanakan (Krismus Purba, 2002: hal. 201). Ia merupakan realisasi sebuah konsep perilaku dan pemikiran masyarakat sesuai dengan adat dan tradisi yang berlaku, sehingga segala yang terkandung di dalamnya  merupakan transpormasi nilai kehidupan masyarakat pemiliknya. Begitu juga dengan keberadaan musik Musik Dayak pada umumnya di Kalimantan Barat. Ia dianggap sebagai transformasi kehidupan masyarakat peniliknya, sehingga musik tersebut dianggap gambaran dari budaya masyarakat Dayak itu sendiri.

Makna eksistensi musik Dayak mengarahkan pemahaman masyarakat bahwa musik tersebut mengandung nilai falsafah dan makna simbolis dari kehidupan masyarakatnya. Hal ini karena musik Dayak mengandung nilai-nilai luhur sebagai perwujudan realitas kehidupan dan budaya. Segala ciri khas kehidupan masyarakat tergambar di dalamnya, selanjutnya musik itu mewakili alam pikiran masyarakat mengenai konsep-konsep religi, adat, dan tingkah laku untuk dihayati dan dipelajari sebagai pedoman kehidupan mereka. Ia merupakan pengejawantahan nilai adat dan tradisi, oleh karena itu ia dapat dikatakan sebagai identitas budaya lokal, baik itu dalam konsep musik Dayak dan berlaku juga untuk seluruh budaya musik dimanapun musik itu hidup dan berkembang.


Related Posts:

Disqus Comments
© 2017 Blog Mbah Dinan - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger